Namrotul Uela Fatakunul Imamah

Namrotul Uela Fatakunul Imamah

Sabtu, 16 Mei 2015

Guru dan Ilmu

Dulu bapak pernah ngomong begini pas jadi pengisi acara di pengajian rutinnya emak emak dan aku ngga sengaja "kebawa". "Setiap orang bisa jadi guru, perhatikan apa yang dikatakannya bukan yang mengatakan". Dulu awalnya ngga paham sama apa yang dimaksud bapak waktu itu dan itu kayanya itu pun waktu aku masih sekitar umur 13-15 tahun lah, tapi makin ke sini makin paham. Setelah ke sini makin banyak pengalaman, makin banyak ketemu dunia baru, makin banyak ketemu lingkungan baru, makin banyak ketemu orang baru. Dari satu orang baru yang kita temui, kita bisa saja bertemu dengan dunia baru dan akan membuat kita berkata "oh jadi yang kaya gitu ada ya". Makin ke sini akan makin sadar dan pasti bilang dalam hati "oh ternyata aku baru segini ya, ternyata aku baru liat sedikit ya". Terkadang orang merasa dia lah satu-satunya manusia yang paling paham akan banyak hal atau paling menderita di antara orang kebanyakan. Padahal, jika saja dia mau melihat lebih lagi masih banyak "dunia" yang dia belum tahu. Begitu juga aku, makin ke sini makin banyak guru yang ku dapet. Guru bukan dia yang selalu berada di depan white board atau yang selalu memberikan ppt di depan kelas dan menerangkan materi materi sekolah ataupun kuliah. Namun, guru adalah dia yang dapat memberikan kita dunia baru lagi dan membuat kita tersadar "oh ternyata aku baru segini ya, aku baru tau, aku selama ini kemana aja" ya mungkin ngga sampe segitunya sih tapi seenggaknya dari "guru" itu kita akhirnya paham bahwa hidup itu luas, dunia itu luas, dan yang pasti yang menciptakan itu lebih Luas. Aku bersyukur karena pada akhirnya Allah meridhoi ku bertemu orang orang baru dan dunia mereka. Dunia yang awalnya aku hanya sekedar tau atau bahkan dunia yang memang benar-benar baru. Mungkin ini cara Allah ingin mengatakan kepada hamba-Nya "ini lho ilmu baru buat kamu, sekarang tinggal kamu mau ngolahnya gimana". Manusia diberi kemampuan berpikir untuk mengolah, dan Allah percayakan itu kepada manusia. Dari sini, sebenarnya ada satu kesimpulan yang ingin coba aku petik, kita manusia memanglah kecil, karena itu Allah mengirimkan banyak ilmu yang kemudian dibagikan kepada setiap hamba-Nya untuk saling memberitahu dan mengingatkan antar sesama. Jangan remehkan perhatian dan peringatan dari seseorang, bisa jadi kamu belum merasakan apa yang telah dia lewati dan ternyata memang saran itu adalah hal terbaik yang harus kamu lakukan, dan Allah memberi mu petunjuk lewat orang tersebut. Subhanallaah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut